BIOMA OKTOBER

Karya : Nabila Salwa Mutia
Karya : Hilmi Gebyar Fadilah

SUMPAH PEMUDA

Karya : Intan Nayla Rizqi

            Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku, ras, dan bahasa. Bukan hanya itu, Indonesia memiliki banyak perbedaan kebudayaan. Dengan memiliki banyak sekali perbedaan, Indonesia memiliki potensi perpecahan serta konflik horizontal. Pada zaman dahulu, masyarakat Indonesia masih melekat dengan daerahnya masing-masing yang berakibat dengan tujuan terbesar Indonesia pada masa itu yaitu kemerdekaan menjadi terhambat.

Sampai pada akhirnya adanya Boedi Oetomo. Boedi Oetomo adalah organisasi perkumpulan pelajar STOVIA yang didirikan oleh dr. Sutomo. Pada akhirnya, dr. Sutomo meminta izin kepada para pelajar STOVIA untuk menyelenggarakan pertemuan agar organisasi ini bersifat nasional. Setelah pertemuan, Boedi Oetomo mengubah nama menjadi perkumpulan Boedi Oetomo yang memiliki tujuan agar tanah Indonesia menjadi lebih maju. Berawal dari Jawa dan Madura, perkumpulan ini pun menjadi meluas ke seluruh penjuru tanah air. Organisasi ini tidak memerhatikan perbedaan keturunan, jenis kelamin serta kepercayaan. Perkumpulan Boedi Oetomo ini bukan bergerak pada bidang politik melainkan pada bidang pendidikan dan bidang kebudayaan.

Boedi Oetomo adalah perjalanan awal bagi Bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Sejak adanya perkumpulan Boedi Oetomo, semangat para pejuang Indonesia tidak memandang suku serta saling melengkapi agar terciptanya persatuan dan kesatuan.

Setelah terbentuknya Boedi Oetomo, munculah organisasi yang bernama Sarekat Islam yang berawal dari Sarekat Dagang Islam. Pokok utama terbentuknya diadakan organisasi ini ialah para pemimpin Indonesia melihat bahwa mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah masyarakat yang beragama Islam. Setelah bermunculan partai-partai di Indonesia, hal ini memicu semangat para pemuda untuk melakukan hal yang sama. Akhirnya munculah organisasi yang diberi nama Tri Koro Dharmo yang memiliki arti tiga tujuan mulia yaitu sakti, budi, dan bakti. Setelah adanya Tri Koro Dharmo, sifat kedaerahan masyarakat Indonesia berubah menjadi sifat yang lebih nasionalis. Usaha persatuan ini terjadi karena sudah banyak kegagalan yang disebabkan oleh adanya sifat kedaerahan. Maka disusunlah pertemuan untuk menanamkan semangat nasionalisme. Berawal dari kongres pemuda 1 sampai berlanjut kongres pemuda 2 yang tercapai suatu kesepakatan dan pemuda Indonesia  mengucapkan ikrar nasionalis yang biasa kita kenal dengan sebutan sumpah pemuda yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Berikut merupakan isi ikrar sumpah pemuda:

1. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3. Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kongres pemuda ini sampai sekarang diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda untuk tetap mewariskan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia yang sudah diikrarkan. Peringatan ini juga dijadikan “tamparan” bagi masyarakat Indonesia modern agar saling menghargai satu sama lain demi terciptanya harmoni persatian dan kesatuan.

Bangkitlah Pemuda Indonesia

Karya : Siti Fadhlatul Farihah

Kita sebagai warga Negara Indonesia khususnya para pemuda pemudi Indonesia tidaklah asing dengan peristiwa sumpah pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Peristiwa ini tidak boleh dilupakan oleh bangsa Indonesia apalagi bagi para pemuda pemudi Indonesia, Karena peristiwa tersebut sangat melibatkan para pemuda pemudi Indonesia yang berhasil berhimpun dan merumuskan tiga ikrar pesatuan, yaitu isi sumpah pemuda yang berbunyi :

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Walaupun di tengah masa penjajahan, para pemuda tidak pantang meyerah dan selalu semangat dalam upaya mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka dari itu peristiwa sumpah pemuda, Kebangkitan nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus  1945 merupakan “benang merah” sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.

Sebagai langkah untuk meneruskan semangat dan perjuangan para tokoh terdahulu. Maka di zaman sekarang ini, kita sebagai pemuda pemudi Indonesia harus mengambil pelajaran dari isi sumpah pemuda tersebut. Yaitu dengan memiliki jiwa persatuan dan kesatuan bangsa yang kuat. Walaupun banyaknya keragaman dan suku bangsa di Indonesia jangan menjadikan hal tersebut sebagai pemicu perpecahan tetapi jadikan perbedaan yang ada sebagai keniscayaan dan rahmat dari Allah SWT.  Kemudian pentingnya kesadaran pemuda sebagai asset masa depan bangsa, Bagaimana Indonesia di masa depan adalah bagaimana kaum muda berpikir saat ini (Fahri Hamzah,2007). Juga pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa,kejarlah pendidikan setinggi tingginya,karena para pemuda tempo dulu yang merumuskan sumpah pemuda adalah para intelektual muda yang tercerahkan lewat panjang berlikunya proses pendidikan yang mereka tempuh.

Sekali lagi, jangan pernah melupakan sejarah. Karena banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sejarah tersebut.

PANGGILAN UNTUK PEMUDA

Karya : Devina Tri Anjani

Terpanggil jiwa-jiwa muda

Bukan ringan perjuangan dahulunya

Mempersatukan bangsa beragam macamnya

Sepakat akan satu suara

Berjuang dengan harapan terbebas selanjutnya

Terpanggil jiwa-jiwa muda

Bukan apa maksudnya

Kau ada untuk melanjutkan perjuangan mereka

Pahlawan tersiksa

Hingga pertumpahan darah sudah biasa

Penyiksaan tak lagi terhitung banyaknya

Terpanggil jiwa-jiwa muda

Buat mereka bangga

Persatukan nusantara

Bertitah hebat demi tergapai cita

Bersuara lantang keangkasa

Bersatu untuk nasionalisme di dalam jiwa

Terpanggil jiwa-jiwa muda

Bentang sayap tanganmu

Rintangan akan memenuhi jalanmu

Tak salah amanah besar pada pundakmu

Indah menyelaras dengan kobaran semangat mu

Terus genggam dalam tanganmu

Wujudkan harapan-harapan baru

Indonesia bersatu Indonesia maju.

KAMI BAGIAN DARI PEMUDA TANPA DUSTA

Karya: Rahima Salsabila

Hari ini pemuda di sumpah untuk mengemban amanah bangsa
Menjadi patriot yang gagah dalam menjaga keutuhan bangsa
Melanjutkan tongkat perjuangan pahlawan yang telah gugur
Sigap dan cepat melatih diri untuk menyelamatkan negeri

Wahai seluruh pemuda yang berada dipelosok negeri
Hari ini menjadi saksi dalam harapan tanah air
Hati kami bergetar saat mendengar isi sumpah pemuda dilontarkan
Jiwa-jiwa yang mati hidup kembali turut memahami isinya

Kami pemuda hebat, bukan hanya pintar bicara debat bukan Yang bahagia melihat kaum Melarat
Kami pemuda tangguh bukan perakit bom untuk meruntuh bukan yang bersorak demokrasi rubuh
Kami pemuda cerdas bukan yang selalu berpikir cemas dan malas
Kami pemuda pemberani bukan yang selalu bertindak karena dibeli

Darah dusta
diselipkan dan dilebur oleh para pemuda
pejuang Indonesia bergelora
tanpa minum darah dusta

Asa Tanpa Sia

Karya: Rahmayani Anwar

Dengan gerasak gerusuk

Rakyat menginginkan hak untuk masuk

Membawa segenggam asa

Beralaskan rasa suka duka

Harusnya rakyat lebih aktif

Sudah begini malah makin pasif

Saling menyalahkan dan menyudutkan

Memperdebatkan hal-hal sampah

Para pemuda berteriak ke langit

Menyebarkan asa digenggaman ke angkasa

Menjadi fondasi agar tak runtuh

Menjadi penyemangat dalam rasa sengat

Para tetua berbaris di belakang

Bersama harapan sebagai pendorong rasa

Memberi kenyataan pada penggagas asa

Tak ada sia dalam setiap asa

Karya : Marseilla Ananda Pargita
Karya : Ayu Lestari Harahap