Thursday, July 27, 2017
   
Text Size

Visi, Misi


Visi


"Visi Program Studi Pendidikan Biologi yakni “Menjadi pusat unggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan pengajaran ilmu-ilmu biologi dalam upaya melahirkan inovasi untuk mendukung pembangunan manusia yang berbudaya religius”.


Misi

Sebagai salah satu unit pada lembaga pendidikan tinggi, Program Studi Pendidikan Biologi mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian, dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa melalui lulusan yang kompeten dan pengembangan serta penerapan inovasi Pendidikan Biologi. Maka misi Program Studi Pendidikan Biologi ini adalah :

  • Melaksanakan  kegiatan akademik dan profesi dalam bidang Pendidikan Biologi;
  • Mengembangkan dan melakukan inovasi bidang Pendidikan Biologi melalui kegiatan penelitian;
  • Menyebarluaskan hasil kajian dan inovasi bidang  Pendidikan Biologi melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat;
  • Menggerakkan pembangunan melalui pengembangan pendidikan calon guru  Biologi yang mampu mengintegrasikan antara ilmu biologi, teknologi dan nilai-nilai Islam.

Headline

Stadium General

 

Tips Menarik

Tips Membuat Proposal Penelitian

Oleh Muhbib Abdul Wahab

 

Proposal (usulan) merupakan tahap awal sebuah penelitian. Penelitian yang baik (bermutu) biasanya dimulai dari pembuatan proposal yang baik. Sebagian besar mahasiswa FITK pada semester VII (Gasal) mengikuti perkuliahan seminar proposal skripsi. Berikut ini adalah tips membuat proposal penelitian (terutama untuk praktikum penelitian PPPKT dan penulisan skripsi).

1. Mulailah dengan mengenali masalah yang ada di sekeliling Anda (termasuk di sekolah tempat Anda ber-PPKT) dan menjadi minat kajian Anda. Penelitian harus bertitik tolak dari masalah yang jelas, menarik, kontekstual, dan mendesak dicarikan solusinya melalui penelitian.

2. Masalah itu bersumber dari “kegelisahan” Anda dalam melihat realitas empirik, dan bisa pula berasal dari hasil pembacaan saudara terhadap temuan penelitian orang lain, pengalaman Anda menjadi guru, dan sebagainya. Masalah adalah adanya kesenjangan (ketidaksesuaian) antara teori dan praktik, harapan dan kenyataan, atau yang ideal dan yang faktual. Masalah juga dapat berupa pertanyaan asumtif/kritis/filosofis mengenai suatu wacana atau persoalan yang secara akademik belum terjawab tuntas (oleh para ahlinya).

3. Lanjutkan kegelisahan akademik itu dengan membaca bahan-bahan referensi teoritik, jurnal, hasil-hasil penelitian terkait.

4. Buatlah peta konsep sebagai pijakan membuat kerangka teori. Dalami betul permasalahan teoritis yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Misalnya, Anda akan meneliti Efektivitas CTL (Contextual Teaching and Learning), maka Anda harus memahami: apa itu CTL? Mengapa muncul CTL? Bagaimana aplikasinya CTL dalam pembelajaran muhadatsah, apa kelebihan dan kekurangannya? Bagaimana mendesain materi ajar muhadatsah dengan pendekatan CTL? Dst.

5. Sambil membuat peta konsep dan kerangka teori, susunlah sekalian daftar pustaka yang relevan dengan tema atau judul penelitian Anda. Sedapat mungkin, referensi yang Anda jadikan rujukan itu yang terbit 10 tahun terakhir dan dalam 3 bahasa: Arab, Inggris, dan Indonesia (atau bahasa asing lainnya yang Anda kuasai).

6. Kumpulkan bahan pustaka secara memadai melalui berselancar di dunia maya (internet), dan mengunjungi perpustakaan, berkonsultasi dengan dosen penasehat akademik, atau teman sejawat.

7. Telusuri tulisan, artikel, atau hasil penelitian (sebelumnya) yang berkaitan dengan masalah yang akan Anda teliti, dan buatlah sebuah review secara kronologis (menurut urutan waktu/tahun), dan pertegas apa yang menjadi distingsi (pembeda) penelitian Anda dengan yang sebelumnya.

8. Jika sudah merasa cukup memadai Anda melakukan studi kepustakaan, dan sudah mulai ada gambaran yang jelas mengenai masalah apa yang akan Anda jawab melalui penelitian ini, segeralah Anda menulis konsep proposal dengan menuangkan ide-ide yang melatarbelakangi penelitian Anda.

9. Setelah itu, buatlah rumusan masalah yang layak untuk dijawab melalui penelitian. Jangan sekali-kali membuat pertanyaan penelitian yang “bodoh” (Stupid question), misalnya rumusan yang menghendaki jawaban berupa definisi atau penyebutan nama tokoh tertentu. Misalnya: Apa itu muhadatsah? Apa itu fi’il mudhari’? Siapa khalifah keempat dari Khulafa’ Rasyidun? Rumuskanlah masalah (sesuai dengan realitas empirik) yang memang belum terbukti/diketahui jawabannya secara akademik, seperti: “Apa pesan di balik pengulangan redaksi kisah-kisah tentang Nabi Musa dalam al-Qur’an?”, “Bagaimana aplikasi CTL dalam pembelajaran muhadatsah yang dinilai efektif?” “Mengapa pembelajaran PAI dengan metode bermain peranan cenderung lebih efektif dibandingkan dengan metode kisah pada kelas XXX….?”

10. Rumuskan tujuan penelitian sejalan dengan rumusan masalah dan dengan menggunakan kata kerja operasional seperti: menjelaskan, membuktikan, mengungkap, menganalisis, menunjukkan, dan sebagainya.

11. Rumuskan manfaat/signifikansi penelitian dengan “membayangkan” hasil penelitian yang akan Anda peroleh dan yang bisa diberikan kepada pembaca. Manfaat penelitian dapat berupa manfaat teoritis dan praktis-pragmatis. Di antara kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah: memberikan kontribusi… memberikan bahan pemikiran, menambah khazanah keilmuan…, meningkatkan…, dan sebagainya.

12. Setelah kerangka teori dan penelitian terdahulu yang relevan dibuat, rumuskanlah metode penelitian yang akan saudara gunakan, meliputi: sumber data, jenis dan pendekatan penelitian, populasi, sampel, dan teknik sampling (jika ada), intrumen/teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisis dan interpretasi data, hipotesis penelitian (jika ada), dan keterbatasan penelitian. Ingat, penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan (yang sering mewarnai skripsi sebagaian besar mahasiswa UIN) itu BUKAN metode penelitian, melainkan hanyalah bagian dari proses atau tempat penelitian. Jadi, jangan sekali-kali menyatakan: “Metode penelitian ini adalah penelitian kepusatakaan/lapangan”… Metode penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah prosedural yang ditempuh peneliti dari awal hingga akhir (penyusunan laporan) penelitian.

13. Belajarlah menulis proposal dengan bahasa Indonesia (atau bahasa asing) yang baik dan benar, dengan memperhatikan gramatika, diksi, penggunaan ejaan, pungtuasi (tanda baca), dan teknik penulisan yang standar (penggunaan kertas, ukuran huruf, jarak spasi, margin atas/bawah, kanan/kiri, dan sebagainya). Sempatkanlah membaca ulang dan mengedit apa yang telah Anda tulis, sehingga dimungkinkan adanya revisi dan penyempurnaan seperlunya.

Jangan lupa, semuanya harus diniati sebagai ibadah, belajar menemukan kebenaran, meningkatkan kapasitas intelektual, dan belajar melatih kesabaran untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Yang sulit biasanya adalah memulainya… Tapi setelah memulai, Anda pasti ingin menuntaskannya. Mulailah membuat proposal dengan tekad dan semangat yang kuat agar Anda menyelesaikannya sesuai dengan target dan harapan yang Anda inginkan.
Selamat mencoba… salam sukses!


Dari Pudek Bidang Kemahasiswaan FITK UIN
Ciputat, 26 September 2011