Tuesday, October 24, 2017
   
Text Size

TIPS Sukses PIQI

Oleh Muhbib Abdul Wahab
FITK Online - Kamis, 7 April lalu, Laboratorium FITK mengadakan rapat koordinasi antara dosen pembimbing PIQI (Praktikum Ibadah dan Qira’ah) dan praktikan (mahasiswa semester II). Dalam forum itu, saya diminta moderator  Sdr. Tanenji Sagma, Sekretaris Lab., untuk memberikan kiat-kiat mengahafal al-Qur’an.  Saya melihat bahwa kegiatan yang juga dihadiri oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. dan Pembantu Dekan Bidang Akademik, Nurlena Rifa’i, Ph.D, ini menjadi momentum yang sangat penting dan berharga, terutama bagi praktikan.

Oleh karena pengalaman tahun lalu menunjukkan bahwa tidak sedikit praktikan yang gagal dalam menyelesaikan PIQI, maka berikut ini saya sampaikan beberapa tips sukses ber-PIQI.

  1. Niati (komitmeni) dengan kuat dan ikhlas bahwa PIQI ini bagian dari ibadah.
  2. Baca, pahami, dan pedomani buku panduan yang telah diterbitkan oleh Lab. FITK.
  3. Lakukan komunikasi dan koordinasi dengan dosen pembimbing Anda. Karena itu, Anda wajib mempunyai nomor kontak pembimbing  Anda.
  4. Agendakan bersama dengan pembimbing  waktu dan tempat praktikum yang dapat disepakati bersama.
  5. Targetkan PIQI dapat diselesaikan secara tuntas  secepat mungkin, karena hal ini dapat mengurangi beban tugas Anda, meskipun rentang waktu bimbingan Anda dijatah hingga 31 Desember 2011.
  6. Miliki mushhaf  al-Qur’an standar, sebaiknya mushhaf yang ada terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
  7. Pilih dan tentukan waktu yang menurut Anda sangat cocok untuk menghafal surat-surat yang menjadi tagihan dalam PIQI. Menurut saya, waktu yang sangat baik dan efektif (berkesan) adalah menjelang dan sesudah subuh. Jadi, biasakan dan disiplinkan diri untuk bangun tidur lebih awal. Ingat sabda Nabi Saw.: “Umatku yang bangun pagi itu selalu diberkahi”. (HR. at-Thabarani). Lebih bagus lagi, jika sebelum subuh Anda masih bisa menyempatkan shalat tahajjud, dan setelah itu berdoa kepada Allah, terutama untuk memperoleh kemudahan dan kelancaraan dalam menghafal al-Qur’an. Saya yakin, amalan seperti itu pasti diijabahi oleh Allah Swt.
  8. Usahakan ayat dan surat yang sedang dihafal dibaca berulang-ulang, terutama dalam shalat.
  9. Jika masih belum bisa hafal dengan sempurna, baca kembali ayat dan surat itu sambil melihat dan merenungi artinya dalam bahasa Indonesia atau  Inggris, lalu baca kembali dalam shalat, pasti hafalan itu makin melekat, dan insya Allah akan tersimpan dalam long term memory Anda. Bukankah Anda hafal surat “yahoo” (baca: ya-hu, alias qul ya ayyuhal kafirun dan qul huwa Allahu ahad) itu karena sedemikian intens Anda membaca dan mengulanginya? Jangan pernah bosan membaca al-Qur’an karena dia adalah bacaan paling sempurna dan merupakan ma’dubat Allah (jamuan super special dari Allah).
  10. Jika Anda sudah menyelesaikan tagihan hafal Juz ‘Amma (juz ke-30) dan 5  surat pilihan lainnya, usahakan Anda masih tetap setiap menjaga hafalan itu dengan menggunakannya untuk bacaan shalat atau bacaan dalam khutbah Jum’at atau lainnya.
  11. Pada saat setor hafalan, usahakanlah Anda datang menghadap dosen pembimbing berdua, bertiga atau berempat, supaya Anda bisa saling menyimak sekaligus meneguhkan hafalan Anda.
  12. Jika memungkinkan, selama praktikum Anda juga bisa “bermitra hafalan” dengan teman sebaya atau guru/ustadz/ustadzah Anda, karena cara ini pasti dapat lebih mempercepat peneguhan memori Anda.
  13. Setelah merampungkan praktikum qira’ah, konsentrasikan diri Anda untuk mengikuti dengan tekun praktikum ibadah. Pelajari bahan-bahan atau materi-materi praktikum ibadah ini dari buku fiqh yang standar.
  14. Kuasai, pahami, dan praktikkan tata cara (kaifiyyat) ibadah yang menjadi tagihan Anda. Ada baiknya Anda juga mengetahui dan menghafal ragam bacaan, misalnya do’a iftitah dan lainnya, sehingga Anda tidak merasa “kaget” jika mendapati bacaaan yang versinya berbeda dengan bacaan yang selama ini menjadi kebiasaan Anda. Fiqh Islam itu luas dan luwes.
  15. Persiapkan diri Anda juga untuk berlatih menjadi khatib atau penceramah dalam forum tertentu  (khutbah Jum’at, ‘idain, dan lainnya).
  16. Persiapkan juga media praktikum ibadah yang diperlukan, misalnya boneka, kain kafan, dan lainnya agar pada saat digunakan Anda benar-benar sudah siap sedia.
  17. Lakukan semua itu dengan niat ibadah sekaligus meningkatkan kualitas  iman, ilmu amaliah dan amal ilmiah. Saya yakin melalui PIQI Anda mendapat dua hal sekaligus, yaitu: pahala ukhrawi dan ilmu+nilai duniawi. Ikhlas,  disiplin, tekun, sabar, dan doa merupakan kata kunci kesuksesan Anda dalam ber-PIQI.

Demikian saja, semoga bermanfaat. Salam sukses selalu bagi Anda mahasiswa kebanggaan kami.
Jakarta, 11 April 2011