BIOMA APRIL

Karya : Hanna Aminah
Karya : Rifa Maulidia
Karya : Rayfan

SURAT CINTA BAGI PERINDU RAMADHAN

Karya : Ahmad Faiz Muzaki

            Ramadhan. Satu kata yang memiliki makna yang cukup eksplisit. Secara etimologi (lughowi) kata Ramadhan dapat diartikan sebagai pembakaran. Adapun secara terminologi (istilahi) Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya banyak terdapat maghfirah Illahi Rabbi, sehingga apabila manusia sebagai makhluk-Nya memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan di bulan ini, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan menghapuskan seluruh dosa dan kesalahannya yang kalau saya analogikan seperti api yang mampu membakar habis kayu.

            Berbicara mengenai Ramadhan, tentu kita akan banyak berbicara perihal hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Salah satunya ialah ketika menjelang (pre) datangnya bulan Ramadhan, banyak bermunculan iklan dari berbagai stasiun televisi yang menayangkan produk-produk yang lumrah dikonsumsi pada bulan Ramadhan, sirup misalnya.

            Kalau kita perhatikan, bagi sebagian orang tentu akan berasumsi kalau sirup merupakan produk minuman yang jarang bahkan tak pernah dikonsumsi sama sekali pada bulan selain bulan Ramadhan. Ketika memasuki bulan Ramadhan, kita tidak bisa menafikan dan tentu akan sepakat bersama dengan mengatakan bahwa sirup merupakan minuman yang pas untuk menghilangkan dahaga ketika berbuka puasa (ifthar).

            Produksi sirup akan jauh lebih ditingkatkan ketimbang bulan-bulan lainnya, tak terkecuali pembelian sirup pun semakin hari semakin meningkat dan akan terus meningkat mengingat cocoknya produk tersebut untuk dikonsumsi ketika menjelang berbuka. Terkadang saya sendiri pun heran mengapa begitu istimewanya minuman ini ketika berada pada bulan Ramadhan. Tapi, saya ingin mengatakan bahwa yang menjadikan sirup itu terlihat begitu istimewa tiada lain tiada bukan karena hadirnya Ramadhan. Dengan berbagai kemuliaan dan keistimewaan yang ada pada bulan Ramadhan mampu membuat apapun itu termasuk sirup menjadi terlihat begitu istimewa.

            Melihat keistimewaan sirup pada bulan Ramadhan saya ingin memberikan sedikit nasihat khususnya bagi diri penulis pribadi. Marilah kita sama-sama jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk mengeksplor pahala lebih jauh dan banyak. Kita inflasikan amal ibadah kita secara bersama serta sudah seyogianya kita deflasikan seluruh perbuatan buruk atau kalau perlu kita jauhi sejauh-jauhnya. Ikhtiarkan dengan sekuat tenaga kita agar jangan sampai memfluktuasikan antara amal ibadah dengan perbuatan jelek, begitupun sebaliknya. Terakhir, jangan pernah untuk menginflasikan perbuatan buruk kita dan mendeflasikan amal ibadah kita. Bila hal tersebut terjadi tentulah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Naudzubillah.

            Oleh karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah, tentu sudah seharusnya kita hiasi dengan alam ibadah untuk meraih berbagai kemuliaan dan keistimewaan yang terdapat di dalamnya. Kalau sirup saja mendapatkan keistimewaan sebab musabab hadirnya bulan Ramadhan, apalagi kita sebagai hamba Allah yang shaleh lagi taat. Insyaallah. Wallahu a’lam bisshawab.

SEPUCUK SURAT DARI KEKASIH

Karya : Ahmad Faiz Muzaki

Setelah sekian lama berjuang untuk menutup luka lama, kini perlahan-lahan dapat terobati. Dengan serangkaian kisah yang telah kujalani sedikit demi sedikit, berbekal dengan keyakinan yang kuat akhirnya membuahkan hasil yang cukup manis dan pasti. Semuanya dapat pulih seperti sediakala lagi-lagi karena cinta.

Ya, cinta. Sebuah rasa yang selalu melekat dalam tiap insan jiwa untuk merasakan betapa indahnya kehidupan yang fana ini. Seperti halnya, sayur asem tanpa garam, jauh dari kata nikmat. Begitu juga dengan hidup yang tak didasari rasa cinta, dapat menghilangkan arti kebahagiaan insan cita.

Menoleh kehidupan yang telah lalu, cintaku harus kandas di tengah jalan. Mau tak mau hati pun harus ikut patah dan bumi seolah hancur berantakan seperti halnya perasaan yang memaksaku untuk segera merelakan. Diri yang dirasa cukup tabah dan kuat ini setelah menerima berbagai terpaan maupun kekecewaan kala itu berhasil mendobrak kemelut jiwa yang berujung pada kesedihan dan penyesalan. Tapi, aku sadar bahwa inilah konsekuensi dari cinta.

Teringat pada sebuah perkataan seseorang “semakin banyak kau menaruh perasaan pada seseorang, maka semakin banyak pula kekecewaan yang harus kau rasakan”. Kukira perkataan itu hanyalah bualan belaka. Ternyata, aku salah mengira. Seolah oran itu ingin memberikan petunjuk bahwa ada konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan termasuk dalam hal mencintai seseorang. Namun, menurutku itu tidak berlaku bagi orang-orang yang tidak melakukan hal demikian.

Bermain-main dengan api cinta. Inilah yang tengah kulakukan. Aku kembali menaruh perasaan pada seseorang. Seorang yang penuh dengan keunikan, pesona, keanggunan berhasil menjadikan ia sebagai sosok yang indah di mata. Berbeda dari laki-laki yang lain, bagiku dia sosok yang bisa memahami segala perasaan dan keluh kesah. Berpikiran terbuka, pendengar yang baik, dan dapat menguatkan jiwa di tengah semrawutnya dunia. Ah, rasanya akan banyak keistimewaan yang tidak cukup kutuliskan di sini.

Semua begitu indah karena dibutakan oleh cinta. Sungguh, aku sangat menikmatinya. Seakan-akan hilang sudah segala kepahitan yang sempat dirasa oleh karena terlalu menaruh perasaan dan berharap lebih pada orang yang salah. Tapi, entah bagaimana di mata Tuhan. Namun, tidak salah ‘kan kuberkata demikian? Yang jelas, saat ini aku sedang merasakan kebahagiaan. Sebagaimana ‘kita’ yang katanya Pak Sapardi itu abadi. Semoga kelak kebahagiaan yang kurasa juga begitu.

Kalau boleh melintir kutipan puisi dari Bung Chairil tentu orang-orang akan berani berkata kepadaku, “mampus kau dikoyak-koyak cinta!”. Pasti aku terima. Dan aku sadar bahwa diriku tengah dikoyak-koyak cinta. Tapi tak mengapa, biarlah segala konsekuensi yang lahir darinya memaksaku untuk menerimanya dengan hati yang lapang. Cepat atau lambat hilangnya kebahagiaan ini semoga tidak berlalu sia-sia.

Duhai kamu, izinkan diriku untuk mencintaimu dengan kompleks dan sedetail-detailnya sebagaimana semesta yang diciptakan oleh Tuhan dalam gerak hening yang menjadikannya ada. Sederhananya, aku ingin mencintaimu tanpa pengorbanan. Sebab jika disertai pengorbanan, maka sesungguhnya hilanglah sudah cinta yang pernah dirasa. Setidaknya itulah perkataan yang kuingat dari seorang pujangga ternama.

Akhir kata, semoga kisah cinta kita menjadi pelajaran penting bagi diri ini untuk senantiasa menghargai anugerah yang telah diberikan oleh-Nya.

Salam hangat,

Kekasihmu

Ramadhan

Karya : Hanna Aminah

Setahun lalu, saat takbir, tahmid, dan tasbih berkumandang

Wajah cerah dan senang masih terngiang

Merasa diri telah menang dari perang

Tak ada lagi rasa yang mengkekang

Saat Syawal meninggalkan…

Hari demi hari terus berjalan

Kesibukan duniawi terasa menjadi beban

Kesibukan akhirat pun menjadi tertinggalkan

Menceburkan diri dengan melakukan hal tak berarti

Katanya demi mencintai diri sendiri

Sebenarnya hanya pelarian dari beban duniawi

Padahal, Allah selalu menunggu hambanya untuk menemui

Diri yang semakin menjauh dari jalanNya

Suara Alquran tergantikan dengan musik Kpop katanya

Karena artinya sama dengan keadaan dirinya

Padahal tidak ada yang lebih memiliki arti yang dalam dari KitabNya

Sampai hati enggan memulai berbicara lagi padaNya

Kini..

Ramadhan hendak menyapa kembali

Dia selalu menyapa setahun sekali

Apakah diri ini pantas untuk menghadapi

Hanya ada sedikit waktu untuk membenahi diri

Aku Sang Thor

Karya : Hazmi Fathan Kariema

Disaat ada bioma dan harus ada karya yang di setor

Otak ku kendor

Badan selalu leha leha ingin molor

Perut lapar ngidam cilor

Namun semua tetap harus ada karya yang di setor

Aku dipaksa ngebut seperti motor

Berjuang babak belur lebam dan jontor

Untuk satu bioma dan aku sebagai kontributor

Sudah lelah kutanya tutor

Malah aku disuruh sebagai inisiator

Sebuah karya inspirator

Untuk bioma kedepan yang lebih kreatiftor

Pantun

Karya : Hazmi Fathan Kariema

Jeruk hangat dari jeruk peras

Dibuat dengan semangat tanpa rasa malas

Kartini mengajarkan kita kerja keras

Bulan puasa mengajarkan sabar dan ikhlas

Sarapan nikmat ditemani bubur

Bubur diaduk bubur paling beruntung

Yuk ayo kita semangat saur

Besok puasanya kuat biar kaya pitung

Biofact, akan mengenalkan tanaman yang jarang diketahui ini yaitu tanaman porang atau iles-iles, Sedangkan nama latinnya Amorphophallus muelleri. Porang ini banyak mengandung Glukomanan dan dikenal dengan nama Konjac Glucomannan (KGM). Beberapa manfaat tanaman porang sebagai kesehatan yaitu Mengurangi kolesterol darah, Baik untuk pencernaan dan daya tahan, aman untu penderita diabetes karena rendah indeks glikemik dan bahkan aman digunakan untuk diet.